Pak Kadri Jagoan Watermarking

Beberapa hari yang lalu saya diminta seorang mahasiswa S1 untuk menjadi moderator seminar skripsi. Topik penelitiannya tentang watermaking. Seminar tersebut menyedot perhatian cukup banyak mahasiswa. Saya kira mahasiswa ini cukup berhasil menyajikan hasil penelitian tersebut. Apalagi gayanya yang khas membuat suasana seminar jadi semarak karena banyak yang terpingkal-pingkal. Termasuk saya. Pengetahuan dan wawasan mahasiswa ini juga bagus. Disertai contoh-contoh, dia menjelaskan definisi watermaking dengan baik.

Menurut dia watermaking adalah suatu teknik yang mengijinkan seseorang individu untuk menambahkan catatan hak cipta yang tersembunyi atau pesan verifikasi lain ke dalam dokumen-dokumen, sinyal-sinyal audio, atau citra. Kita dapat membuat watermark ini visible atau invisible. Pada visible watermark, pesan verifikasi atau hak cipta tersebut dapat terlihat oleh indera manusia. Sebaliknya pada invisible watermark, untuk melihatnya tidak cukup hanya mengandalkan indera, melainkan harus melewati proses ekstrasi dengan metode komputasional tertentu. Biasanya pada saat ekstrasi invisible watermark diperlukan sebuah password yang disebut watermark key. Hanya orang yang memiliki watermark key ini yang dapat mengekstrasi dan melihat pesan verifikasi atau hak cipta tersebut.

Asyik sekali saya mengikuti seminar tersebut. Perasaan jenuh agak sedikit terobati. Bahkan malamnya, saya masih terhanyut memikirkan watermarking. Saya jadi ingat kembali masa-masa indah ketika kos di Tubagus Ismail Bawah Bandung, saat saya masih kuliah S1. Ada sebuah masjid di ujung jalan Sekeloa dan Tubagus Ismail Bawah itu. Orang-orang menamainya Masjid Al Ukhuwwah. Tidak terlalu besar, memang. Namun kegiatannya cukup semarak. Dan siapapun yang pernah tinggal di sekitar masjid itu, bahkan mungkin sampai sekarang, pasti mengenal suara yang membangunkan kita pagi-pagi untuk melakukan sholat shubuh berjamaah. Suara itu, suara pak Kadri. Suara azannya biasa saja. Nadanya juga sangat biasa. Tapi karena keistiqomahannya menyuarakan azan di saat sebagian besar dari kita masih terlelap, maka suara itu menjadi sulit dilupakan, bahkan meski saya sudah pindah ke Bogor sekalipun.

Pak Kadri, waktu mudanya hanya seorang kernet angkutan kota. Saat saya kos di Tubagus Ismail Bawah itu beliau sudah memiliki 3 mobil angkutan, 3 rumah yang dikontrakan, 1 rumah yang ditinggali, tiga putri yang berjilbab rapi dan sudah berhaji pula ! (Ya… Allah mudahkanlah saya untuk dapat menunaikan ibadah haji). Namun kesederhanaannya tidak berubah. Beliau masih menyopiri sendiri salah satu angkotnya. Pun keistiqomahannya untuk menyuarakan azan shubuh. Dan jika di masjid, ada pengumuman yang memberitahukan adanya sumbangan dari seorang ‘hamba Allah’ yang cukup besar, kemungkinan dari pak Kadri. Beliau pula salah satu donatur tetap beasiswa untuk anak-anak tidak mampu yang dulu pernah saya kelola, yang tidak pernah mau disebutkan namanya.

Saya menjadi terkesiap. Bukankah ini contoh kongkrit watermarking yang ditunjukkan pak Kadri? Jika watermarking yang diseminarkan mahasiswa S1 itu diterapkan pada citra/gambar, bukankah pak Kadri telah berhasil menerapkannya pada amal? Beliau telah melakukan visible watermarking terhadap amalannya berupa kesederhanaan dan keteguhannya menyuarakan azan shubuh. Orang-orang di sekitar masjid itu tahu, tiap ada azan shubuh, itu adalah suara pak Kadri. Insya Allah malaikat akan mencatatnya sebagai amalan yang baik. Dan yang membuat saya salut, bukankah beliau telah melakukan invisible watermarking ? Beliau berinfak, tanpa mau disebutkan namanya. Pesan infaknya bergema di Masjid tapi tak banyak yang tahu bahwa itu infak darinya. Namun malaikat pencatat amal baik pasti tahu, bahwa itu adalah amalan Pak Kadri, seorang hamba Allah yang berusaha untuk tetap teguh dalam kesederhanaan, keistiqomahan, dan keikhlasan. Semoga Allah menetapkannya dalam golongan orang-orang yang sholeh sampai akhir hayatnya. Amiin.

(Ya Allah jadikan pula hamba termasuk dalam golongan orang-orang yang sholeh…. Amiin)

0 Tanggapan ke “Pak Kadri Jagoan Watermarking”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




 

Mei 2008
S S R K J S M
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031